Berita

Menjawab Tantangan Era Digital, Unsoed Bekali Pengelola Medsos dengan Strategi Branding Baru

[unsoed.ac.id, Rab, 06/5/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat citra dan reputasi institusi melalui pengelolaan media sosial yang strategis. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan media sosial yang digelar pada Rabu (6/5/2026) di Ruang Rapat Lantai 3 Rektorat Unsoed, dengan melibatkan para pengelola media sosial dari berbagai unit kerja dan fakultas.

Ketua Tim Media Sosial Unsoed, Dr. Dian Bestari Santi R., S.IP., M.I.Kom, menekankan pentingnya keseragaman pesan dan arah komunikasi digital di lingkungan kampus. Ia berharap seluruh pengelola media sosial dapat berkolaborasi dalam menghadirkan informasi yang selaras dan membangun reputasi institusi secara kolektif.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap pengelolaan media sosial tidak lagi berbasis intuisi semata, tetapi lebih terarah, strategis, dan berbasis pemahaman yang kuat,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan praktisi media sosial, Wicaksono (Ndoro Kakung), yang membawakan materi bertajuk “The New Era of Institutional Branding”. Dalam paparannya, ia menyoroti dinamika baru di era digital, di mana reputasi institusi dapat terpengaruh secara cepat oleh konten yang beredar di platform seperti Instagram dan TikTok.

“Reputasi kampus hari ini bisa berubah dalam satu malam akibat satu konten viral. Ini adalah tantangan nyata yang tidak pernah terjadi 10 hingga 20 tahun lalu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa algoritma kini memegang peran kunci dalam menentukan visibilitas konten. Tanpa pemahaman terhadap cara kerja algoritma, konten berpotensi tidak menjangkau audiens secara optimal. Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan faktor emosional pengguna turut memengaruhi cara informasi dikonsumsi dan direspons.

Menurutnya, media sosial kampus tidak lagi sekadar etalase publikasi kegiatan, melainkan ruang strategis yang mencerminkan reputasi, layanan, serta respons institusi terhadap berbagai isu.

“Media sosial kampus adalah wajah digital institusi. Di sanalah publik menilai karakter, mutu, hingga kepercayaan terhadap kampus,” jelasnya.

Dalam sesi tersebut juga dipaparkan lima pilar utama dalam digital branding kampus, yakni layanan dan informasi, akademik dan riset, mahasiswa dan komunitas, dampak sosial, serta reputasi dan kepercayaan.

Selain itu, narasumber membagikan strategi dalam merespons isu di media sosial, antara lain dengan bersikap cepat namun tetap cermat, empatik, faktual, transparan terhadap informasi yang tersedia, serta konsisten dalam memberikan pembaruan.

“Kampus yang kuat bukan yang paling sering menyebut dirinya unggul, tetapi kampus yang kuat adalah kampus yang membuat publik bisa melihat, merasakan, dan percaya bahwa keunggulan itu memang bekerja,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Unsoed menegaskan komitmennya untuk beradaptasi dengan perkembangan digital sekaligus membangun komunikasi publik yang lebih efektif, transparan, dan berdampak.

Pemberian cinderamata

Pemberian cinderamata

suasana pelatihan medsos

suasana pelatihan medsos

Penyampaian materi oleh narasumber

Penyampaian materi oleh narasumber

Foto bersama peserta dengan narasumber

Foto bersama peserta dengan narasumber

#unsoed1063#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4