Berita

Mahasiswa FH Unsoed Raih Juara 1 Brilliant Debate Competition Nasional 2026

[unsoed.ac.id, Sen, 18/5/26] Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Tim mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Brilliant Debate Competition tingkat nasional. Ajang  yang bertempat di  di Universitas Padjadjaran diselenggarakan pada 26 April 2026 untuk babak penyisihan dan final pada 3 Mei 2026.

Tim debat Unsoed terdiri atas Navira Puspita Ramadanti dari Fakultas Hukum angkatan 2025, Anggie Marsaulina Sidauruk dari Fakultas Hukum angkatan 2024, serta Muhammad Yusuf Habibi dari Fakultas Hukum angkatan 2023. Dalam kompetisi tersebut, mereka dibimbing oleh dosen pembimbing Handityo Basworo, S.H., M.H. dan Eva Dwi Dayati, S.H., M.H.

Keikutsertaan tim dalam kompetisi ini berawal dari ketertarikan mereka terhadap dunia debat. Berbagai pengalaman mengikuti perlombaan sebelumnya, meski belum berhasil menembus semifinal maupun final, justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

“Beberapa kali mengikuti kompetisi debat dan belum pernah lolos hingga semifinal maupun final membuat kami semakin semangat untuk terus mencoba menjadi lebih baik,” ujar Navira selaku ketua tim.

Sebelum mengikuti kompetisi, tim melakukan persiapan intensif selama dua minggu melalui sparing debat, mattering, hingga coaching debat. Persiapan tersebut dilakukan secara konsisten untuk memperkuat kemampuan argumentasi dan penguasaan isu.

Dalam kompetisi ini, para peserta mengangkat isu-isu yang sedang berkembang di kalangan generasi muda, khususnya terkait pemikiran Gen Z dalam menghadapi tantangan global, termasuk bidang ketahanan pangan. Tema tersebut menjadi tantangan tersendiri karena menuntut peserta mampu menyampaikan argumentasi kritis dan solutif.

Persaingan dalam ajang debat nasional tersebut berlangsung sangat kompetitif. Setiap peserta membawa argumentasi yang kuat sehingga menciptakan atmosfer perlombaan yang menegangkan sekaligus menantang.

“Kunci keberhasilan mereka adalah konsistensi dalam berlatih dan keberanian untuk terus belajar dari kegagalan. Ora et labora, selalu berdoa dan berusaha terus berlatih setiap hari membuat berdebat menjadi kebiasaan,” ungkap Anggie.

Perasaan bangga dan bahagia dirasakan seluruh anggota tim saat diumumkan sebagai pemenang. Hasil tersebut menjadi buah dari perjuangan dan latihan yang dilakukan selama ini.

Melalui kompetisi debat, mereka mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran penting, terutama tentang pentingnya proses dan konsistensi dalam mencapai keberhasilan.

“Tidak ada hasil instan di dunia ini. Semua butuh proses dan konsistensi agar bisa menjadi lebih baik,” tambah Muhammad Yusuf Habibi.

Tim juga menilai bahwa kompetisi debat memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, mulai dari melatih kemampuan berpikir kritis, public speaking, hingga kemampuan melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang secara objektif.

Sebagai penutup, mereka menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba dan terus berprestasi. “Tiada mendaki, tiada meninggi. Jadikan kekalahan sebelumnya menjadi anak tangga untuk akhirnya bisa berdiri di puncak setinggi-tingginya,” pungkas mereka.

 

 

 

 

 

 

 

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4