[unsoed.ac.id, Sab, 14/2/267] Tim Teknik Geologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan pengamatan lapangan atas kerusakan rumah warga di Dusun Tempuran, Desa Karekan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara.
Hasil kajian menunjukkan kerusakan bangunan dipicu oleh fenomena pergerakan tanah lambat atau creeping yang berlangsung secara bertahap. Fenomena tersebut dipengaruhi faktor alam dan kondisi geografis setempat yang saling berkaitan.
Hal itu disampaikan dosen dan peneliti Teknik Geologi Unsoed, Asmoro Widagdo, saat audiensi warga Desa Karekan dengan Penjabat Sekretaris Daerah Banjarnegara di Ruang Rapat Sekda, Rabu, 4 Februari 2026.
“Kerusakan berupa retakan pada dinding dan lantai rumah terjadi secara akumulatif dan bukan akibat runtuhan besar yang terjadi secara tiba-tiba,” katanya.
Ia menjelaskan, indikasi tersebut menguatkan adanya pergerakan tanah lambat yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan, erosi vertikal dan lateral Sungai Merawu menjadi faktor dominan yang melemahkan kaki lereng di sekitar permukiman warga.
Selain itu, kondisi geologi wilayah berupa batulempung Formasi Rambatan memiliki karakteristik mudah mengalami deformasi terutama saat berinteraksi dengan air. Faktor lain yang memperparah kondisi adalah tata guna lahan, di mana bangunan warga berada sangat dekat dengan tebing sungai tanpa struktur pengaman seperti talud atau bronjong.
Tingginya kejenuhan tanah akibat air hujan, resapan kolam ikan, limbah rumah tangga, serta meningkatnya debit sungai akibat deforestasi di wilayah hulu turut mempercepat proses pergerakan tanah.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak
