[unsoed.ac.id, Sel, 12/05/26] Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali melahirkan tenaga medis baru. Sebanyak 36 dokter baru resmi mengikuti Pengambilan Sumpah Dokter Periode LXXII yang berlangsung di Aula FK Unsoed, Selasa (12/5/2026).
Prosesi sumpah dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FK Unsoed, Dr. dr. Eman Sutrisna, M.Kes., dan dihadiri pimpinan universitas, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banyumas, direktur rumah sakit jejaring, orang tua dokter baru, serta para undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan FK Unsoed menyerahkan para dokter baru kepada IDI Cabang Banyumas sebagai bagian dari penguatan profesionalisme dan pengabdian di dunia kesehatan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sumpah dokter merupakan tonggak penting dalam perjalanan pengabdian profesi. Ia berharap para dokter baru mampu menjaga integritas dan terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis.
“Manfaatkan perkembangan informasi dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan diri agar dapat memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
WR I juga menjelaskan perkembangan Unsoed yang kini memiliki 114 program studi dengan jumlah mahasiswa mencapai 34.825 orang dan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 40.000 mahasiswa pada Agustus mendatang. Selain itu, Unsoed saat ini telah membuka tujuh program studi dokter spesialis guna menjawab tingginya kebutuhan tenaga spesialis di Indonesia.
Mewakili IDI Cabang Banyumas, dr. Joko Mulyanto menyampaikan bahwa sumpah dokter yang diucapkan para lulusan kali ini merupakan edisi revisi terbaru yang menyesuaikan kompleksitas tantangan profesi kedokteran masa kini.
“Sumpah ini bukan sekadar janji, tetapi kontrak moral dan sosial yang menjadi simbol integritas profesi dokter kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dunia kedokteran saat ini menghadapi dua tantangan besar, yakni implementasi Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang membawa perubahan mendasar dalam praktik kedokteran, serta perkembangan teknologi kesehatan dan Artificial Intelligence (AI) yang mengubah pola pelayanan medis.
Menurutnya, era pelayanan kesehatan ke depan bukan lagi era kompetisi, melainkan era kolaborasi antar tenaga kesehatan demi menjaga marwah profesi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, perwakilan dokter baru, dr. Diva Azka Fidinillah, menyampaikan rasa syukur dan haru atas perjuangan panjang yang berhasil dilalui bersama rekan sejawat.
“Kami melewati hari-hari panjang, namun semua itu membentuk kami menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih empati, dan lebih siap menghadapi pasien,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen, dokter pembimbing, civitas akademika, serta keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan. Para dokter baru, lanjutnya, berkomitmen menjaga amanah profesi dengan integritas serta mengabdikan ilmu bagi masyarakat.
“Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan sesungguhnya di samudra pengabdian,” ujarnya.
Acara sumpah dokter berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi penanda lahirnya generasi dokter baru FK Unsoed yang siap mengabdi bagi kesehatan masyarakat dan membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun global.



unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs3#sdgs4
