[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/2026] Fakultas Ilmu Budaya Unsoed (FIB) sukses melaksanakan eksplorasi kearifan lokal masyarakat adat Desa Wisata Cikakak dalam upaya penguatan nilai budaya dan pelestarian berkelanjutan. Ekplorasi budaya ini dilaksanakan di Desa Cikakak, 20 April 2026 yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan LPDP RI. Kegiatan ini diikuti oleh 43 mahasiswa lokal dan internasional.
Peserta eksplorasi disambut dengan tarian Cikakak Krembaka dilanjutkan oleh sambutan dari Kepala Desa Cikakak Bapak Hakim. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bagaimana Desa Cikakak ini bukan hanya sebagai bagian penilitian namun lebih luasnya sebagai pelestarian kebudayaan
“Tentang Desa Cikakak, daerah yang lebih mengedepankan tentang adat dan budaya. Akan tetapi yang paling utama adalah bagaimana untuk menjaga adat dan kelestarian budaya.” Pungkasnya.
Explorasi dimulai dengan mengunjungi Masjid Saka Tunggal Cikakak. Di sini, peserta diajak untuk berinteraksi dengan kera-kera yang hidup berdampingan dengan masyarakat. Kera-kera yang berada di kompleks Masjid Saka Tunggal Cikakak ini turut menjadi ikon desa.
Selanjutnya, peserta di arahkan untuk mengenal Makam Kiai Mustolih sebagai tokoh penyebar agama islam yang dihormati di sana. Banyak peziarah yang kerap mengunjungi makan tersebut. Namun demikian, akses ke dalam makam tidak bisa sembarangan sehingga dalam eksplorasi belum sampai ke dalam makam.
“Di butuhkan juru kunci. Setiap kita mau ziarah ke makam, kita harus melalui juru kunci.” Jelas pemandu wisata Desa Cikakak. Disebutkan juga tradisi-tradisi yang masih kerap dilaksanakan di masjid antara lain kepungan dan Jaro Rojab.
Perjalanan kebudayaan dillanjutkan dengan berkunjung ke UMKM kerajinan khas Desa Cikakak, Aza Craft. Di sana, peserta diperlihatkan bagaimana mengolah kelapa yang yang tidak berisi menjaid kerajinan kepala monyet gantung yang menjadi ciri khas desa terbut. Selain itu, peserta juga ikut serta bereksperimen menjajal ecoprint.
Makanan erat kaitannya dengan kebudayaan. Eksplorasi budaya ini tak luput juga dari agenda icip-icip makanan khas. Peserta disajikan Nasi Penggel dan Ayam Gecok sebagai makanan khas desa wisata tersebut. Kedua makanan itu pun kerap disajikan dalam kegiatan adat Desa Cikakak.
Mahasiswa internasional juga turut merasakan keseruannya. Mereka menikmati rangkaian acara. Sadi, mahasiswa asal Tajikistan, mengungkapkan kesannya. “Pengalaman ini adalah pengalaman yang luar biasa.” Selanjutnya, mahasiswa asal Thailand, Fahmisabila, pun ikut serta menambahkan kesannya. “Terima kasih kami mahasiswa internasional bisa explore banyak, lihat secara langsung budaya lokal.”
Eksplorasi kebudayaan Desa Cikakak pada akhirnya berhasil dilaksanakan dengan luaran yang sesuai dengan tujuan kegiatan tersebu yaitu dukungan pelestarian budaya berkelanjutan, memahami nilai-nilai tradisi masyarakat, dan dokumentasi praktik budaya lokal.
#unsoedberdampak #sdgs4 #sdgs7 #sdgs8

