[unsoed.ac.id, Jum, 22/5/26] Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat kolaborasi riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui berbagai skema kerja sama penelitian dan program magang riset. Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut ditunjukkan melalui seminar hasil penelitian skripsi dua mahasiswa FMIPA Unsoed yang dilaksanakan pada Rabu (6/5/2026).
Dua mahasiswa Program Studi Matematika FMIPA Unsoed, M. Dzaky Dani Anto dan Ihsan Farhan Maulana, mempresentasikan hasil penelitian tugas akhir yang dikembangkan bersama peneliti BRIN. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara dunia akademik dan lembaga riset nasional dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kerja sama FMIPA Unsoed dan BRIN telah berlangsung sejak 2024 melalui berbagai skema, salah satunya program magang riset Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan terlibat langsung dalam ekosistem riset di lembaga riset nasional.
Pada 2025, FMIPA Unsoed mengirimkan empat mahasiswa untuk mengikuti magang riset di BRIN. Dua di antaranya, Dzaky dan Ihsan, melanjutkan topik penelitian magang menjadi tugas akhir dengan skema co-supervision antara dosen Matematika Unsoed, Mutia Nur Estri, M.Kom., dan peneliti BRIN, Yuli Sudriani, S.Kom., MMSI.
Dzaky mengangkat penelitian berjudul “Penerapan Topological Data Analysis pada Eco-Adsorbent Kulit Pisang (Musa acuminata)”, sementara Ihsan meneliti “Reinforcement Learning Berbasis Surrogate Model untuk Kombinasi Material Bioadsorpsi dalam Pengurangan Logam Berat pada Air Limbah”. Kedua penelitian tersebut mengintegrasikan pendekatan machine learning dengan isu lingkungan dan keberlanjutan.
“Saya menemukan potensi kebaruan yang besar dari topik eco-adsorbent. Jadi, saya tertarik untuk melanjutkan riset ini ke tugas akhir,” ujar Dzaky.
Menurut Dzaky dan Ihsan, pengalaman kolaborasi riset bersama BRIN memberikan manfaat besar dalam membangun karakter dan ketahanan sebagai peneliti muda.
“Manfaat yang didapat sangat banyak, salah satunya melatih jiwa researcher resilience yang berguna untuk pulih dari kemunduran, mengelola tekanan, dan mempertahankan kemajuan meskipun menghadapi tantangan penelitian,” terang Dzaky.
Ihsan berharap kerja sama antara FMIPA Unsoed dan BRIN dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman riset yang relevan dan berdampak.
“Harapan saya, semoga kerja sama FMIPA dengan BRIN dapat terus berlanjut sehingga lebih banyak mahasiswa FMIPA Unsoed mendapatkan akses magang dan tugas akhir di BRIN serta memperoleh pandangan baru mengenai dunia riset,” ujarnya.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4
