[unsoed.ac.id, Kam, 11/6/2026] Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed, yakni Daffa Nurwahid, Dwinaya Shaumita Putri, dan Dustin Wiratama, berhasil meraih Juara I pada kompetisi PRASASTI (Perencanaan Strategi dan Aksi Komunikasi) yang diselenggarakan di Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, pada 4–5 Juni 2026.
Kompetisi PRASASTI merupakan salah satu ajang unggulan dalam rangkaian KREASA FEST 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi UNTAR. Mengusung tema besar “Budaya Menginspirasi, Generasi Beraksi”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menawarkan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan sosial melalui strategi komunikasi yang inovatif.
Pada tahun ini, PRASASTI mengangkat tema “Strategi Komunikasi dalam Menghadapi Krisis Budaya di Era Digital”. Tema tersebut berangkat dari tantangan menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, derasnya arus budaya global, serta berkurangnya ruang interaksi sosial akibat gaya hidup digital yang semakin dominan.
Menjawab tantangan tersebut, tim Unsoed menghadirkan konsep kampanye komunikasi bertajuk “Balik Main”, sebuah gagasan yang mengajak Generasi Z, khususnya para perantau di kota besar, untuk kembali membangun interaksi sosial melalui permainan tradisional sekaligus mengenal kekayaan budaya Indonesia.
“Melalui konsep Balik Main, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Permainan tradisional bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun interaksi sosial, mempererat kebersamaan, dan mengenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia,” ujar Daffa Nurwahid, salah satu anggota tim.
Konsep “Balik Main” dikembangkan melalui tiga zona pengalaman. Zona Balik Main Edisi menghadirkan rotasi budaya dari berbagai daerah di Indonesia pada setiap penyelenggaraan, mulai dari permainan, dekorasi, hingga nuansa lokal yang berbeda di setiap edisi. Zona Mainan Bocah menjadi pusat aktivitas dengan menghadirkan permainan tradisional secara langsung melalui konsep “No Phone, Just Play Zone”, sehingga peserta dapat berinteraksi tanpa distraksi gawai. Sementara itu, zona Santai Sejenak menawarkan pengalaman menikmati kuliner tradisional yang disesuaikan dengan tema budaya yang sedang diangkat.
Melalui konsep tersebut, tim Unsoed dinilai berhasil menghadirkan strategi komunikasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dalam menjawab persoalan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. Kampanye ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dikemas secara menarik, interaktif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat urban.
Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga bagi Daffa, Dwinaya, dan Dustin, baik dalam mengasah kemampuan menyusun strategi komunikasi, memperluas jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, maupun membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah mampu memberikan solusi atas isu-isu aktual di masyarakat.
“Kemenangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan menghadirkan solusi komunikasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap ide Balik Main dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut melestarikan budaya Indonesia melalui pendekatan yang sesuai dengan karakter generasi saat ini,” tambah Daffa.
Prestasi tersebut sekaligus memperkuat kiprah Universitas Jenderal Soedirman dalam melahirkan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya dan gagasan yang berdampak bagi masyarakat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4
