Berita

Inovasi CAR-T untuk Kanker Kolorektal Antar Mahasiswa FK Unsoed Raih Juara Nasional MEDJONSON 2026

[unsoed.ac.id, Sen, 29/6/26] Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Izzah Putri Nur Anoraga, Raudina Sabrina, dan Jasmine Suwandri, berhasil meraih Juara 1 kategori Literature Review pada ajang Medical Djogja Scientific Competition (MEDJONSON) 2026.

Prestasi tingkat nasional tersebut diraih berkat karya ilmiah yang mengangkat inovasi imunoterapi Chimeric Antigen Receptor T Cell (CAR-T) sebagai alternatif pengembangan terapi kanker kolorektal, sebuah penelitian yang berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan pengobatan kanker di masa depan.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Medical Research and Science Club (MARS) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) pada 2 Mei 2026 ini diikuti puluhan tim mahasiswa kedokteran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. MEDJONSON menjadi ajang bergengsi yang mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan riset, penulisan ilmiah, dan inovasi berbasis bukti dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kesehatan.

Dalam kompetisi tersebut, tim FK Unsoed mengusung karya berjudul “Inovasi Imunoterapi Chimeric Antigen Receptor T Cell (CAR-T) pada Colorectal Cancer melalui Eksplorasi Antigen Target Potensial Berdasarkan Analisis Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes (KEGG).” Kajian tersebut membahas potensi pengembangan terapi CAR-T melalui identifikasi antigen target yang lebih spesifik menggunakan analisis KEGG, sehingga diharapkan dapat membuka peluang terapi yang lebih efektif terhadap kanker kolorektal.

Izzah Putri Nur Anoraga menjelaskan bahwa pemilihan topik tersebut didorong oleh besarnya potensi terapi CAR-T dalam menjawab keterbatasan pengobatan kanker yang masih dihadapi saat ini.

“Karena inovasi ini menarik, sangat potensial untuk menjadi solusi dari keterbatasan terapi konvensional saat ini. CAR-T sudah ada yang FDA-approved untuk leukemia dengan hasil yang sangat baik, dan kini juga sedang dikembangkan untuk berbagai jenis kanker lainnya, termasuk kanker kolorektal,” ujarnya.

Bagi masyarakat, pengembangan inovasi seperti CAR-T menjadi penting karena membuka peluang hadirnya terapi kanker yang lebih presisi, efektif, dan minim efek samping dibandingkan terapi konvensional. Meskipun masih memerlukan penelitian lanjutan sebelum dapat diterapkan secara luas, kajian ilmiah seperti ini menjadi fondasi dalam mempercepat lahirnya teknologi kesehatan yang mampu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker di masa mendatang.

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Raudina Sabrina mengungkapkan bahwa tim mempersiapkan artikel ilmiah selama berbulan-bulan dengan menjadikan pengalaman pada MEDJONSON tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi.

“Tahun lalu MEDJONSON 2025 menjadi lomba pertama kami, tetapi belum berhasil lolos. Untuk MEDJONSON 2026, kami mempersiapkan artikel ini selama berbulan-bulan dan bersaing dengan 81 tim dari berbagai universitas. Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” katanya.

Semangat berprestasi juga terus dijaga oleh tim. Jasmine Suwandri mengatakan bahwa mereka masih ingin mengikuti berbagai kompetisi ilmiah selama masih menjadi mahasiswa sekaligus mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu memulai perjalanan di dunia riset dan kompetisi.

“Merasa bingung saat pertama kali mengikuti lomba itu sangat wajar. Semua orang pernah menjadi pemula. Jangan takut bertanya, belajar dari yang lebih berpengalaman, dan carilah tim yang mau bertumbuh bersama. Prestasi terbaik lahir dari kolaborasi, kerja keras, dan semangat saling menguatkan,” tuturnya.

Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unsoed tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menghasilkan gagasan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui inovasi di bidang kesehatan, Unsoed terus mendorong lahirnya generasi peneliti muda yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta mendukung upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4