[unsoed.ac.id, Sab, 25/4/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi membuka Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan Program Sarjana setelah terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 373/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan pada Universitas Jenderal Soedirman di Kabupaten Banyumas. Keputusan ini menjadi landasan hukum penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang teknik pertambangan di Unsoed.
Dekan Fakultas Teknik Unsoed, Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Maryoto, S.T., M.T., IPU, menyampaikan bahwa prodi ini merupakan yang pertama di Provinsi Jawa Tengah. Selama ini, pilihan studi Teknik Pertambangan masih terbatas di sejumlah perguruan tinggi seperti UPN “Veteran” Yogyakarta, Universitas Trisakti Jakarta, dan Institut Teknologi Bandung.
“Pembukaan prodi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan serta memenuhi kebutuhan insinyur pertambangan dalam negeri,” ujar Prof. Agus.
Ia menjelaskan bahwa pendirian prodi dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan tenaga ahli nasional dalam mengelola sumber daya alam Indonesia, seperti emas, batu bara, dan minyak, sehingga tidak terus bergantung pada tenaga asing.
“Melalui prodi ini, diharapkan pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan secara mandiri dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan negara,” tambahnya.
Persiapan pembukaan program studi telah dilakukan sejak tahun 2025 dan melalui tiga kali proses revisi sebelum akhirnya Surat Keputusan diterbitkan pada April 2026.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), Unsoed memiliki kesiapan yang kuat. Selain memenuhi kebutuhan dosen inti, program ini juga didukung oleh dosen dari Teknik Geologi yang memiliki lebih dari 10 doktor, serta keberadaan program studi Magister (S2) Geologi. Ke depan, institusi juga berkomitmen untuk terus menambah tenaga pengajar seiring dengan perkembangan jumlah mahasiswa.
Dalam hal sarana dan prasarana, Unsoed mengembangkan pendekatan kolaboratif lintas disiplin. Laboratorium yang tersedia di Teknik Geologi, Teknik Industri, dan Teknik Mesin akan dimanfaatkan secara terintegrasi untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan praktikum.
“Meskipun fasilitas yang ada saat ini sudah memadai, tantangan utama terletak pada ketersediaan ruang. Namun, hal ini telah diantisipasi dalam rencana induk melalui pembangunan gedung laboratorium terpadu tujuh lantai untuk Fakultas Teknik,” jelasnya.
Pada tahun pertama, penerimaan mahasiswa baru akan dilakukan melalui jalur Mandiri, mengingat waktu terbitnya SK pada bulan April. Kuota yang diajukan sebanyak 50 mahasiswa untuk satu kelas.
Prodi Teknik Pertambangan Unsoed menawarkan prospek karier yang menjanjikan. Lulusan memiliki peluang kerja luas di berbagai wilayah pertambangan di Indonesia, seperti Jawa, Papua, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dengan kisaran gaji awal yang kompetitif.
Dengan dibukanya program studi ini, Unsoed semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri serta berkontribusi pada pembangunan nasional yang berkelanjutan.
#unsoed1963 #merdekamajumendunia #berdampak #SDGs4
