[unsoed.ac.id, Sel, 28/4/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi dengan membuka Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Kehadiran prodi ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan industri olahraga yang semakin berkembang dan menuntut tenaga profesional yang kompeten.
Prodi PKO resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 402/B/O/2026 yang diumumkan pada April 2026. Prodi ini dirancang untuk mencetak pelatih olahraga yang profesional, berbasis ilmu pengetahuan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di bidang olahraga modern.
Dekan FIKes Unsoed, Prof. Dr. sc. hum. Budi Aji, S.KM., M.Sc., menjelaskan bahwa pendirian prodi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam sektor olahraga yang terus berkembang secara signifikan. Ia menyampaikan bahwa industri olahraga saat ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga telah menjadi sektor yang memiliki perputaran ekonomi besar.
“Industri olahraga berkembang pesat dan membutuhkan penguatan, baik dari sisi atlet maupun klub yang profesional. Untuk itu, dibutuhkan pelatih yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki dasar keilmuan yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan akan pelatih profesional perlu dijembatani melalui pendidikan formal di jenjang sarjana. Selama ini, FIKes Unsoed telah memiliki Prodi S1 Pendidikan Jasmani yang berfokus pada pencetakan tenaga pendidik. Namun, kebutuhan akan pelatih yang lebih spesifik menjadi alasan penting dibukanya Prodi PKO.
Mahasiswa yang menempuh pendidikan di prodi ini nantinya akan diarahkan untuk mengembangkan keunggulan sesuai cabang olahraga masing-masing. Hal ini diharapkan mampu menghasilkan pelatih profesional yang relevan dengan kebutuhan industri olahraga saat ini.
Dalam proses pendiriannya, Prodi PKO telah melalui tahapan sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Tinggi, termasuk pengajuan melalui sistem SIAGA dengan melengkapi berbagai persyaratan seperti sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kurikulum.
“Prosesnya tidak terlalu lama, sekitar dua hingga tiga bulan. Proposal kami hanya mengalami dua kali revisi minor sebelum akhirnya dinyatakan layak dan mendapatkan izin operasional,” jelasnya.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik di tingkat fakultas maupun universitas, termasuk lembaga penjaminan mutu serta para asesor yang memberikan masukan dalam proses penyusunan proposal.
Dari sisi prospek lulusan, Prodi PKO menawarkan peluang karir yang luas. Lulusan tidak hanya dapat berkiprah sebagai pelatih, tetapi juga sebagai atlet, pendidik, maupun bekerja di sektor pemerintahan, klub olahraga, dan asosiasi cabang olahraga.
Untuk mendukung proses pembelajaran, Unsoed telah memiliki berbagai fasilitas olahraga yang memadai, seperti GOR Soesilo Soedarman, sport hall, serta sejumlah lapangan olahraga, termasuk panjat tebing. Kegiatan pembelajaran di prodi ini akan lebih banyak dilakukan di lapangan, dengan tetap didukung oleh mata kuliah teoritis di kelas.
“Ke depan, FIKes Unsoed berkomitmen untuk terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan sarana prasarana. Pengembangan dosen hingga jenjang doktor dan guru besar, serta peningkatan fasilitas seperti kolam renang dan gym, menjadi bagian dari rencana strategis prodi ini,” ungkapnya.
Selain itu, prodi ini juga diarahkan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk atlet yang berada di training center. Melalui kolaborasi ini, atlet diharapkan dapat tetap berprestasi sekaligus memperoleh pendidikan formal sebagai bekal di masa depan.
“Harapannya, atlet tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki bekal pendidikan. Setelah masa karier selesai, mereka bisa melanjutkan sebagai pelatih profesional,” tambahnya.
Untuk tahun pertama, Prodi PKO direncanakan menerima sekitar 100 mahasiswa yang akan dibagi ke dalam dua kelas. Mengingat izin operasional baru diterbitkan, proses penerimaan mahasiswa dilakukan melalui jalur seleksi Mandiri pada tahun ini. Saat ini, Prodi PKO didukung oleh 29 dosen yang tergabung dalam tim pengajar. Dukungan ini diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas.
Menutup penjelasannya, Prof. Budi menyampaikan bahwa kehadiran Prodi PKO merupakan peluang besar bagi calon mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga.
“Ini kesempatan besar bagi yang memiliki passion di bidang olahraga. Mahasiswa bisa tetap menjadi atlet sekaligus meraih gelar sarjana, sehingga memiliki bekal yang kuat untuk masa depan,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Prodi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Unsoed semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan industri olahraga modern, sekaligus berkontribusi pada peningkatan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4
