Berita

Unsoed Terjunkan Tim Medis dan Ahli Mitigasi ke Desa Serang

[unsoed.ac.id, Sab, 31/1/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, menerjunkan Tim Kesiagaan Bencana ke lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed, Dr. Dyah Susanti, SP., MP., menyampaikan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat nyata untuk membantu pemulihan warga pascabencana. Pada Kamis (29/1/2026), tim yang dipimpin oleh dr. Muhamad Zaenuri Syamsu Hidayat, Sp.KF, M.Si.Med., menggelar layanan kesehatan massal di titik evakuasi Villa Sambas dan Villa Serang.

Sebanyak 310 warga mendapatkan pemeriksaan intensif danbantuan obat gratis bagi pasien sebagai tindak lanjut pengobatan guna menekan risiko penyakit menular di pengungsian. Baca Juga: Curi Sepeda Balap, Dua Pelaku di Banyumas Ditangkap Polisi “Kondisi serba terbatas di lokasi evakuasi dalam jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit dan pernapasan pada anak-anak serta lansia,” ujar Dr. Dyah, Sabtu (31/1/2026).

Layanan kesehatan yang diberikan meliputi, skrining kesehatan umum dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh bagi seluruh pengungsi, pemeriksaan spesialis oleh dokter spesialis kulit (SpDVE), spesialis anak (SpA Konsultan), dan dokter gigi melalui unit mobile dental care. Kemudian, pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol secara selektif bagi warga berisiko dan terapi trauma healing sebagai asesmen psikologis untuk mengobservasi trauma warga dan pemberian terapi pemulihan mental.

Selain layanan medis, Unsoed juga mendistribusikan bantuan logistik untuk menunjang sanitasi dan gizi warga, di antaranya 300 paket kebersihan diri (sikat gigi, sabun, handuk) untuk mencegah penyakit kulit, 360 paket makanan bergizi bagi warga dan petugas lapangan dan obat-obatan gratis dan kebutuhan khusus wanita (pembalut).

Tak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, Unsoed juga menerjunkan tim ahli untuk melakukan survei di titik longsor. Tim yang terdiri dari pakar Ilmu Tanah (Faperta), Geologi (FT), dan Geofisika (FMIPA) ini bertugas memetakan penyebab bencana secara ilmiah.

Hasil survei tersebut kemudian didiskusikan bersama Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Untung Iswahyudi, Asisten II Sekda Purbalingga Muqoddam, dan Kepala BPBD Purbalingga Revon Haprindiat. “Selama satu bulan ke depan, Tim Riset Kebencanaan Unsoed akan terus melakukan kajian komprehensif. Kami mengedepankan kerja sama pentahelix agar penanganan bencana lebih cepat, tepat, dan mampu meminimalisir risiko jika terjadi bencana susulan,” kata Dr. Dyah yang juga dosen Fakultas Pertanian tersebut.

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak