[unsoed.ac.id, Rab, 8/7/2026] Sebanyak 228 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi diterima Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan di Kecamatan Sumbang. Program yang berlangsung pada 8 Juli–11 Agustus 2026 ini merupakan kolaborasi Unsoed dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Prosesi penerimaan mahasiswa dilaksanakan di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas dan dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permades) Kabupaten Banyumas, Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Camat Sumbang, jajaran Forkopimda, para kepala desa, serta perwakilan Unsoed, Selasa (7/7/2026).
Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa KKN Tematik Kebencanaan merupakan hasil sinergi antara Unsoed dan BPBD Kabupaten Banyumas dalam mendukung penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat.
“Jika tadi pagi mahasiswa telah dilepas oleh Bapak Rektor bersama Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah, alhamdulillah pada siang hari ini mereka langsung diterima oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas. KKN periode ini mengusung tema KKN Tematik Kebencanaan sebagai hasil kerja sama dengan BPBD Kabupaten Banyumas,” ujarnya.
Sebanyak 228 mahasiswa dari 12 fakultas akan ditempatkan di 19 desa di Kecamatan Sumbang, dengan sekitar 12 mahasiswa di setiap desa. Selama 35 hari, mereka akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada edukasi mitigasi bencana, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan kesiapsiagaan desa.
Menurut Ridlwan, Kecamatan Sumbang dipilih karena memiliki kerentanan terhadap berbagai potensi bencana, seperti dampak aktivitas Gunung Slamet, tanah longsor, dan angin kencang. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama di kampus untuk mengabdi kepada masyarakat, khususnya dalam upaya mitigasi kebencanaan. Kehadiran mereka diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di desa-desa lokasi KKN,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, mewakili Rektor Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta KKN kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mendukung pelaksanaan KKN.
Sementara itu, Bupati Banyumas dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Permades Kabupaten Banyumas, Drs. Hirawan, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika Unsoed atas pelaksanaan KKN di 19 desa Kecamatan Sumbang.
“Semoga melalui kegiatan KKN ini para mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di lapangan yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema KKN tentang peningkatan resiliensi desa sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini, terutama dalam menghadapi perubahan iklim, meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, ketahanan pangan, serta penguatan literasi masyarakat. Kecamatan Sumbang sebagai wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana dinilai tepat menjadi lokasi implementasi program.
Melalui KKN Tematik Kebencanaan ini, Unsoed berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana sehingga tercipta lingkungan yang lebih siap, aman, dan berdaya menghadapi berbagai risiko kebencanaan.

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4




