Berita

Unsoed Terjunkan 3.761 Mahasiswa KKN, Perkuat Resiliensi Desa dari Jawa Tengah hingga Mancanegara

July 7, 2026 | admin | 4 menit baca

[unsoed.ac.id, Sel, 7/7/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi melepas 3.761 mahasiswa untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli–Agustus 2026. Mengusung tema “Peningkatan Resiliensi Desa di Tengah Krisis Global: Pangan, Ekonomi, Lingkungan dan Literasi untuk Mendukung Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah sebagai Fondasi Kemandirian Bangsa”, KKN tahun ini menjadi wujud komitmen Unsoed dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.

Pelepasan mahasiswa berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed, Selasa (7/7/2026), dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, Wakil bupati Banyumas, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dosen pembimbing lapangan (DPL), serta perwakilan dari Kecamatan atau Desa yang menjadi lokasi KKN.

Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan KKN akan berlangsung selama 35 hari, mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. Program terdiri atas dua skema, yakni KKN Nasional dan KKN Internasional.

“KKN Nasional terdiri atas KKN Pemberdayaan Masyarakat, KKN Tematik Kebencanaan bekerja sama dengan BPBD Banyumas, KKN Tematik Literasi bersama Perpustakaan Nasional, KKN Tematik Infrastruktur, dan KKN Nusa Persada,” jelas Ridlwan.

Mahasiswa KKN Nasional akan ditempatkan di sembilan kabupaten, yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, dan Belitung Timur. Sementara itu, KKN Internasional dilaksanakan di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hong Kong.

“Kehadiran mahasiswa di negara-negara tersebut diharapkan menjadi duta akademik dan budaya Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ridlwan, seluruh program KKN diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, dan peningkatan literasi melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kolaborasi dengan masyarakat.

Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis desa.

“KKN bukan hanya media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat, menghubungkan inovasi dengan praktik, serta menghubungkan kampus dengan kehidupan nyata,” kata Rektor.

Ia berharap setiap program KKN mampu menghasilkan dampak nyata, seperti meningkatnya kapasitas masyarakat, berkembangnya inovasi ekonomi lokal, tumbuhnya budaya literasi, serta meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.

“Dampak itu dapat berupa meningkatnya kapasitas masyarakat, tumbuhnya budaya literasi, berkembangnya inovasi ekonomi lokal, meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan lingkungan, atau lahirnya praktik-praktik baik yang dapat diteruskan masyarakat setelah KKN berakhir. Inilah hakikat implementasi ilmu pengetahuan. Ilmu tidak berhenti menjadi teori, tetapi menjelma menjadi solusi yang relevan, kontekstual, dan bermanfaat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen mengajak mahasiswa menjadikan KKN sebagai ruang pengabdian yang menghasilkan perubahan nyata. Mahasiswa didorong membantu pendataan kelompok rentan, memperkuat UMKM melalui digitalisasi, mendorong inovasi pengolahan hasil pertanian, meningkatkan edukasi kesehatan terkait HIV, tuberkulosis, dan stunting, serta membantu pemerintah desa memperbaiki validitas data kemiskinan agar bantuan lebih tepat sasaran.

Ia juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa KKN untuk bekerja bersama masyarakat. “Kontribusi mahasiswa diharapkan mampu mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Pelepasan mahasiswa ditandai dengan pemasangan atribut KKN oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah bersama Rektor Unsoed. Melalui KKN 2026, Unsoed kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang terintegrasi. Kehadiran 3.761 mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diharapkan mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian desa, sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Tengah

Wakil Gubernur Jawa Tengah

Rektor Unsoed

Rektor Unsoed

 

 

 

 

 

 

 

 

Wakil Bupati Banyumas

Wakil Bupati Banyumas

Kepala Pusbang KKN Unsoed

Kepala Pusbang KKN Unsoed

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyematan atribut KKN

Penyematan atribut KKN

Wakil Gubernur Jateng, rektor dan pimpinan

Wakil Gubernur Jateng, rektor dan pimpinan

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

Foto bersama

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4#sdgs8#sdgs11#sdgs13#sdgs17

AISA